PIDIE, ACEH — 26 Agustus 2026 — Upaya memperkuat kualitas dan keberlanjutan lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi terus dilakukan melalui monitoring pasca diklat. Tim dari BBL Medan melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pasca Diklat Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Tahun 2026 di LKP Rakan Anak Cendikia Institute, Kabupaten Pidie, Aceh, pada 24–25 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung perkembangan lembaga setelah pengelola mengikuti pelatihan di BBL Medan beberapa bulan sebelumnya. Monitoring tidak hanya diarahkan untuk melihat keberlanjutan program, tetapi juga menjadi ruang dialog untuk mengetahui penerapan pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh selama mengikuti diklat.
Meninjau Perkembangan Lembaga Pasca Diklat
Dalam kunjungannya ke LKP Rakan Anak Cendikia Institute, tim BBL Medan melakukan komunikasi langsung dengan pengelola lembaga, menggali perkembangan kegiatan, serta melihat berbagai upaya yang telah dilakukan dalam menjaga keberlangsungan dan pengembangan lembaga.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi pasca diklat sebagaimana tertuang dalam instrumen Laporan Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Pasca Diklat Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan Tahun 2026, yang meliputi uraian pelaksanaan kegiatan, berbagai kendala, serta kesimpulan dan saran sebagai dasar tindak lanjut.
Kehadiran tim monitoring menjadi kesempatan berharga bagi pengelola LKP untuk menyampaikan perkembangan lembaga secara langsung sekaligus memperoleh masukan dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan dan layanan pendidikan keterampilan.
LKP Rakan Anak Cendikia Institute sendiri merupakan bagian dari ekosistem kelembagaan yang dikembangkan Yayasan Kami Cendikia Kreatif, bersama LPK Rakan Anak Cendikia Institute dan kegiatan seni serta kreativitas melalui Rhoh Entertainment.
Silaturahmi Hangat di SMKN 2 Sigli
Rangkaian kunjungan Tim BBL Medan di Kabupaten Pidie kemudian dilanjutkan dengan silaturahmi dan komunikasi ke SMKN 2 Sigli.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala SMKN 2 Sigli, Bapak Zaini Fikri, S.Pd., menyambut dengan penuh kehangatan Bapak Agus Sugandi, selaku petugas yang melaksanakan monitoring ke Kabupaten Pidie.




Sambutan yang diberikan Kepala SMKN 2 Sigli berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Tidak sekadar menjadi kunjungan formal, pertemuan tersebut berkembang menjadi ruang silaturahmi dan komunikasi yang hangat antara insan pendidikan dan pelatihan.
Kehangatan tersebut semakin terasa ketika Bapak Zaini Fikri, S.Pd. menjamu Bapak Agus Sugandi untuk makan siang bersama. Momen sederhana tersebut menjadi gambaran kuat tentang bagaimana hubungan antarlembaga pendidikan dapat dibangun melalui komunikasi yang terbuka, penuh penghargaan, dan dilandasi semangat kebersamaan.
Menariknya, pertemuan tersebut juga memiliki keterkaitan tersendiri karena Bapak Zaini Fikri, S.Pd. baru saja mengikuti kegiatan di BBL Medan. Kesamaan pengalaman tersebut membuka ruang percakapan yang lebih dekat mengenai kegiatan pelatihan, pengembangan kompetensi, serta berbagai peluang penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi di daerah.
Bukan Sekadar Monitoring, tetapi Membangun Jejaring
Kunjungan BBL Medan ke Pidie memperlihatkan bahwa monitoring pasca diklat bukan sekadar kegiatan administratif untuk memastikan program telah dilaksanakan. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi jembatan untuk membangun komunikasi, memperkuat jejaring, sekaligus memastikan pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan dapat memberikan dampak nyata setelah peserta kembali ke daerah masing-masing.
Pertemuan dengan SMKN 2 Sigli juga memperlihatkan pentingnya membangun hubungan yang lebih luas antara BBL Medan, lembaga kursus dan pelatihan, serta satuan pendidikan vokasi.
Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang untuk berbagi pengalaman, pengembangan kompetensi, serta menciptakan program-program pendidikan dan pelatihan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Dari Pelatihan Menuju Keberlanjutan
Bagi LKP Rakan Anak Cendikia Institute, monitoring ini menjadi momentum untuk terus melakukan evaluasi dan pembenahan. Hasil monitoring diharapkan dapat menjadi pijakan dalam memperkuat tata kelola lembaga, meningkatkan kualitas layanan, mengembangkan program pelatihan, serta memperluas jejaring kemitraan.
Sementara itu, silaturahmi dengan SMKN 2 Sigli menjadi catatan positif dalam rangkaian kunjungan Tim BBL Medan di Kabupaten Pidie. Sambutan hangat dari Kepala SMKN 2 Sigli menunjukkan bahwa hubungan kelembagaan dapat tumbuh bukan hanya melalui agenda resmi, tetapi juga melalui silaturahmi, komunikasi, dan rasa saling menghargai.
Pada akhirnya, perjalanan sebuah pelatihan tidak berhenti ketika kegiatan diklat selesai. Nilai sesungguhnya dari pelatihan justru terlihat dari bagaimana ilmu dan pengalaman tersebut diterapkan, dikembangkan, serta diteruskan menjadi manfaat bagi lembaga dan masyarakat.
Dari Medan menuju Pidie, dari pelatihan menuju keberlanjutan—membangun pendidikan vokasi melalui kompetensi, kolaborasi, dan silaturahmi.
LKP Rakan Anak Cendikia Institute
Kabupaten Pidie – Aceh
“Tumbuh Dalam Karya, Berkembang Dalam Kreativitas.”

